Sunday, April 3, 2011

10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah...

1:22 AM No Comments


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.
Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.

Pertamamembaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]

Keduamendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

Ketigaterus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

Keempatlebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelimamerenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

Keenammemperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh-inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. 

Kelapanmenyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilanduduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Kesepuluhmenjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Read More...


Bercinta Sebelum Kahwin...

1:14 AM No Comments













Cinta adalah fitrah (komponen kejadian manusia). Firman Allah," Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah itu." maksud Surah arRum: 30 

Imam Ibn Qayyim menjelaskan cinta adalah fenomena universal dan ia memberi kesan yang mendalam kepada jiwa manusia hinggakan dalam sastera Arab menghasilkan lebih dari 60 istilah cinta. Dunia Melayu pun apa kurangnya. 

Syaikh (aMarhum) Abdullah Nasih Ulwan berpendapat: Islam mengiktiraf cinta yang bersemi pada setiap individu dan Islam telah menggariskan tiga tahap cinta: 
* Cinta agung: Cinta kepada Allah, Rasul dan Islam serta berjihad membuktikannya. 
** Cinta pertengahan: cintakan sesama manusia: ibubapa, anak-isteri, kaum kerabat dan sahabat handai 
*** Cinta bawahan: menyintai sesuatu melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan Islam. 

Bolehkah pasangan bukan muhrim bercinta sebelum kahwin? 

Syaikh Atiyyah Saqr menjawab: kenapa tidak? Cinta adalah suci, cinta dalam bentuk apapun dibolehkan oleh syara' asalkan tidak dikotori dengan niat dan aksi kotor; ia mestilah tidak bercanggah dengn hukum-hukum syara' dan diiringi dengan cinta yang diredhai oleh Allah. 

Cinta sejati boleh dibina sebelum berkahwin asalkan cinta yang direstui agama, dilahir dan dipupuk melalui saluran agama. Islam tidak menentang cinta kerana cintalah asas dalam ibadah antara hamba dengan Penciptanya; manakala cinta jugalah asas kepada pembentukan sebuah keluarga Islam yang harmonis. 

Cinta yang dibenteras oleh Islam ialah cinta yang dicemari oleh maksiat dan menuruti hawa nafsu; manakala mereka yang memupuk cinta tapi tetap berpegang kepada ajaran Allah dan mengikuti saluran syara' adalah diharuskan oleh syara' dan seterusnya memadu cinta melalui jalan pernikahan yang sah dan halal. 

Rujukan: 
1. Syaikh (Prof) Abdullah Nasih Ulwan, Islam wal Hubb (Islam dan Cinta) 
2. Syaikh Atiyyah Saqr, Islam wa Musykilatul Hayah (Islam dan permasalahan Hidup) 
3. Ibn Qayyim alJauziah, raudhah al muhibbin wa Nuzhah al Musytaqin (taman orang-orang bercinta dan kerinduan
Read More...


Tiada Kepalsuan Copyright © 2013
Powered by Blogger